Project ACCESS: Akses F1 Silverstone bagi Pelajar dari Kelompok Kurang Terwakili

akses f1 silverstone - ilustrasi berita Project ACCESS: Akses F1 Silverstone bagi Pelajar dari Kelompok Kurang Terwakili
0 0
Read Time:3 Minute, 53 Second

Project ACCESS membuka akses F1 Silverstone dengan membawa 15 tamu yang baru pertama kali menyaksikan Grand Prix ke paddock dan garasi tim selama akhir pekan balap di Silverstone. Program ini memberi kesempatan langsung bagi pelajar dan calon profesional motorsport dari kelompok kurang terwakili untuk melihat operasi teknis, mendengar komunikasi tim, dan mendapatkan nasihat karier di lingkungan Formula 1.

akses f1 silverstone - ilustrasi berita Project ACCESS: Akses F1 Silverstone bagi Pelajar dari Kelompok Kurang Terwakili

Kegiatan itu terlaksana melalui kerja sama tiga organisasi mitra: Driven By Us, Silverstone UTC, dan Girls on Track UK. Para peserta diajak mengunjungi kampus Red Bull Racing dan Red Bull Technology, masuk ke paddock Silverstone, serta menyaksikan aktivitas garasi dan sesi latihan secara dekat.

Akses F1 Silverstone dalam Sorotan Publik

Dalam kunjungan itu, peserta memperoleh akses di balik layar ke kampus Red Bull Racing, memasuki paddock, dan mengikuti alur kerja tim saat Free Practice 1 serta sprint qualifying. Mereka mendengarkan radio pembalap, menyaksikan mobil masuk pit, dan melihat percakapan teknis antara insinyur dan mekanik saat bekerja pada kendaraan. Tallulah Trounson dan tim pemasaran Red Bull Racing memastikan para tamu dapat berada di dalam garasi dengan headset saat Max Verstappen, Isack Hadjar, dan tim menjalani sesi latihan.

Siapa yang mengorganisir dan bagaimana prosesnya berjalan

Proyek ini dipimpin oleh Claire Chan, yang mengatur keseluruhan kegiatan selama beberapa bulan. Kerja operasional termasuk pengaturan rotasional paddock pass, transportasi antara kampus Red Bull dan area Silverstone, konsumsi, goodie bag, serta produksi video dan pengumpulan persetujuan media. Menurut penyelenggara, dukungan dari pihak Formula 1 diperlukan agar kelompok ini bisa masuk ke paddock di tengah akhir pekan Grand Prix; Billy Andrews disebut berperan penting memastikan akses tersebut tersedia.

Dialog karier dari para praktisi F1

Di dalam garasi, Edward Hemsworth dan Tom Hart berbincang langsung dengan peserta tentang jalur masuk ke Formula 1 serta gambaran peran teknis dan operasional sehari-hari. Hemsworth meluangkan waktu panjang untuk menjelaskan bagaimana orang bisa memulai karier di F1 dan apa yang dikerjakan dalam rutinitas pekerjaan. Selain itu, sejumlah mekanik dan insinyur juga berbagi pengalaman; salah satu tamu yang berprofesi sebagai mekanik duduk berdampingan dengan mekanik Red Bull saat makan malam agar dapat mendengar kisah karier dari praktisi yang sudah berkecimpung di lapangan.

Pengalaman peserta dan kaitannya dengan karier STEM

Banyak peserta menekankan nilai pengalaman praktis tersebut untuk membentuk visi karier mereka. Vanessa Ogboli-Adetu, mahasiswa MEng Mechanical Engineering di UCL dan pemenang IMechE Design Challenge 2025, menyebut momen menonton FP1 secara langsung, mendengar radio pembalap, dan melihat mobil masuk pit sebagai titik puncak kunjungannya. Percakapan teknis menurutnya memberi gambaran lebih jelas tentang apa yang diperlukan untuk bekerja di level tersebut dan memberi inspirasi bagi langkah karier berikutnya.

Aderonke Oseni, mahasiswa tahun pertama MEng Chemical Engineering yang bercita-cita menjadi insinyur di lintasan, mengatakan kunjungan dari kampus Red Bull hingga paddock Silverstone memperlihatkan peluang konkret untuk generasi berikutnya. Ia berkesempatan berbicara dengan insinyur yang menangani powertrain, pengembangan baterai, dan analisis performa, termasuk bertemu Akrm Salem dan Billy Jeans.

Elias Yabiib, mahasiswa elektronika di University of Surrey dan magang di Merrychef, juga menilai program itu sebagai jalur untuk masuk ke lingkungan teknis motorsport elite. Akses yang diterimanya meliputi garasi Red Bull Racing, pit lane, display heritage, simulator pembalap, dan pertemuan dengan staf teknis. Mereka menggarisbawahi betapa pentingnya kesempatan bertemu langsung dengan insinyur sebagai bagian dari pembangunan jaringan dan pemahaman profesi.

Inisiatif inklusi dan penguatan akses

Organisasi mitra memiliki fokus berbeda tetapi saling melengkapi: Driven By Us bekerja memberdayakan calon pemimpin dari etnis minoritas dan kelompok kurang terwakili dalam sektor otomotif dan motorsport; Silverstone UTC, yang berlokasi di kompleks balap Silverstone sejak 2013, fokus pada High Performance Engineering, Cyber Security, dan Business with Events Management; sementara Girls on Track UK berupaya menginspirasi dan mendukung perempuan muda agar berkarier di motorsport melalui kegiatan pendidikan dan wawasan karier.

Penyelenggara menggambarkan Project ACCESS sebagai pintu masuk praktis ke dunia yang biasanya tertutup bagi banyak orang. Seperti yang dirangkum oleh salah satu pendukung inisiatif: Claire membangun pintu itu, Billy dan pihak F1 menahannya tetap terbuka, dan Ed serta Tallulah memastikan orang-orang yang melewatinya merasa mereka seharusnya memang berada di sana.

Selain kunjungan Red Bull, ada juga laporan terpisah tentang kunjungan yang diselenggarakan oleh tim lain: Fajar Imran, mahasiswa Data Science dan mentee Mercedes-AMG Petronas, dipandu oleh tim Mercedes dengan dukungan AFBE-UK untuk melihat operasi garasi, pit lane, serta berdiskusi dengan Toto Wolff dan James Allison. Keseluruhan rangkaian kunjungan menegaskan bahwa akses langsung dan dialog dengan praktisi menjadi aspek penting dalam membuka jalur karier STEM menuju motorsport.

About Post Author

kevin.santoso

Kevin Santoso berpengalaman dalam meliput Formula 1 dengan fokus pada aspek teknis, strategi balapan, performa pembalap, dan perkembangan tim konstruktor di setiap seri Grand Prix.
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %