Target fantasy merupakan elemen penting yang dibahas Kyle Soppe saat merumuskan strategi draft. Menurutnya, kemenangan di liga fantasi sering datang dari memilih pemain yang menawarkan nilai tak terduga, bukan sekadar mengikuti pilihan paling populer.

Soppe menyoroti beberapa nama yang menurutnya layak diperhatikan, termasuk D’Andre Swift, Tucker Kraft, dan Jakobi Meyers. Di samping itu, ia juga menggarisbawahi bahwa pemain seperti Bijan Robinson, Jahmyr Gibbs, atau quarterback besar seperti Josh Allen bisa tampak menggoda — namun pilihan yang paling jelas sering kali sudah jadi incaran banyak orang.
Target fantasy yang disorot Soppe
Dalam pendekatannya, Soppe menyinggung nama-nama yang kurang mendapat sorotan tetapi memiliki potensi nilai yang menarik dalam konteks draft. D’Andre Swift disebut sebagai salah satu pemain yang bisa memberikan imbal balik jika peran dan kesempatan bermainnya meningkat. Tucker Kraft masuk dalam daftar karena profilnya sebagai target yang bisa memberikan kontribusi per game bila mendapat kesempatan lebih, sementara Jakobi Meyers dipandang sebagai opsi penerima yang stabil dengan peluang volume target yang menguntungkan.
Mengapa memilih opsi tak terduga bisa menguntungkan
Soppe menekankan satu prinsip sederhana: jika semua orang menaruh Bijan Robinson atau Jahmyr Gibbs di awal daftar, keunggulan kompetitif tidak akan muncul dari meniru keputusan mayoritas. Memilih pemain yang undervalued atau berada di luar radar memberi kemungkinan mendapatkan nilai tinggi relatif terhadap posisi draf mereka. Strategi ini bergantung pada membaca situasi tim, peran potensial pemain, dan bagaimana ADP (average draft position) memengaruhi persepsi pasar.
Melihat masing-masing nama yang disorot
D’Andre Swift dipandang sebagai pemain dengan peluang rebound apabila kondisi tim dan pembagian beban kerja kondusif. Soppe tidak menyarankan keputusan tanpa konteks, melainkan mengajak manajer fantasi mempertimbangkan kemungkinan perubahan peran yang dapat meningkatkan nilai Swift.
Tucker Kraft disebut sebagai contoh target yang menarik karena kombinasi status posisional dan kesempatan target. Dalam dunia fantasi, pemain di posisi yang sering menjadi sasaran passing memiliki nilai berbeda tergantung pada struktur serangan tim; Soppe mendorong agar manajer memantau sinyal peran sebelum mengambil keputusan.
Jakobi Meyers dinilai oleh Soppe sebagai opsi kualitas yang bisa memberi stabilitas. Pemain seperti Meyers sering kali memberikan keuntungan melalui volume target dan keandalan, terutama bila quarterback dan pola ofensif mendukung peran penerima nomor satu atau dua dalam tim.
Mengaplikasikan saran Soppe dalam strategi draft Anda
Menerapkan pendekatan Soppe berarti menyeimbangkan pemilihan pemain populer dengan beberapa taruhan nilai. Praktisnya, manajer fantasi disarankan untuk tidak mengabaikan pemain top yang jelas, tetapi juga menyisihkan beberapa pilihan mid-to-late round untuk target yang berpotensi melampaui ekspektasi. Memantau ADP, kedalaman roster lawan, dan kebutuhan tim Anda menjadi kunci dalam menentukan kapan mengambil risiko tersebut.
Risiko dan hal yang perlu dipertimbangkan
Tentu saja, memilih pemain yang tak terduga mengandung risiko. Tidak semua opsi undervalued akan membuahkan hasil, dan beberapa taruhan bisa berakhir mengecewakan jika kondisi tim tidak berubah seperti yang diharapkan. Soppe mengingatkan agar manajer selalu mengecek faktor pendukung seperti peluang bermain, jadwal, dan kesehatan pemain sebelum menaruh kepercayaan penuh pada satu nama.
Secara umum, pendekatan yang direkomendasikan Soppe menekankan keseimbangan antara memilih nama besar yang aman dan beberapa target berisiko namun berpotensi tinggi. Dengan memahami konteks tim dan timing dalam draft, manajer fantasi dapat memaksimalkan nilai tim mereka tanpa sekadar mengikuti kerumunan.
Baca juga berita lainnya:





















