Isu Usman pec robek mencuat setelah pernyataan dari Henry Cejudo dalam acara podcast Pound 4 Pound. Klaim itu merujuk pada kondisi Kamaru Usman ketika menghadapi Dricus du Plessis dalam gelaran UFC di Oklahoma City.

Pertarungan yang berlangsung pada 18 Juli di Paycom Center berakhir dengan kemenangan du Plessis melalui keputusan yang jelas, setelah lima ronde. Menurut Cejudo, cedera yang diderita Usman menjadi salah satu faktor yang memengaruhi jalannya laga.
Klaim Henry Cejudo: Usman pec robek selama laga
Henry Cejudo, yang merupakan rekan pembawa acara dalam podcast Pound 4 Pound, mengatakan bahwa Kamaru Usman bertarung dengan kondisi pec robek saat melawan Dricus du Plessis. Pernyataan tersebut disampaikan dalam format bincang-bincang podcast, dan menjadi perhatian karena menyentuh aspek fisik yang kemungkinan besar berdampak pada performa Usman di dalam oktagon.
Konteks pertarungan dan hasil akhir
Usman, yang sebelumnya dikenal sebagai juara divisi welterweight, kalah dari Du Plessis lewat keputusan pada pertandingan yang digelar selama lima ronde. Selama laga tersebut, Usman dilaporkan kesulitan menutup jarak dan menerapkan gaya gulatnya, hal yang biasanya menjadi kekuatan utamanya. Meski ada upaya kebangkitan di bagian akhir pertarungan, upaya itu tidak cukup untuk mengubah hasil bagiannya.
Dampak cedera terhadap strategi pertandingan
Menurut pernyataan Cejudo, cedera pada otot dada (pec) dapat menghambat kemampuan Usman untuk melakukan dorongan, pengangkatan, dan kontrol tubuh lawan—elemen penting dalam gaya bertarung gulat. Jika klaim tersebut akurat, cedera itu kemungkinan mempersulit Usman untuk mengimplementasikan strategi jarak dekat yang selama ini menjadi andalannya.
Apa yang terlihat selama lima ronde
Dalam jalannya pertandingan, Du Plessis mampu mempertahankan jarak dan mengendalikan ritme laga sehingga Usman kesulitan membangun serangan gulat yang konsisten. Kegagalan menutup jarak secara efektif membuat Usman harus mengandalkan upaya menyerang dari jarak yang lebih jauh atau mencari celah untuk melakukan takedown—yang menurut pengamatan banyak pihak tidak berjalan lancar sepanjang lima ronde.
Meski demikian, ada catatan bahwa Usman menunjukkan semangat juang dengan meningkatkan intensitas pada fase akhir pertarungan. Upaya tersebut, meskipun mengesankan dari sisi mental dan fisik, tidak cukup untuk mengubah keputusan juri yang memberi kemenangan kepada Du Plessis.
Pernyataan mengenai kondisi fisik Usman oleh Cejudo menambah dimensi baru pada penilaian pertandingan ini. Klaim cedera semacam ini biasanya memicu diskusi tentang bagaimana kondisi atlet memengaruhi taktik dan hasil pertandingan, namun detail medis resmi atau konfirmasi dari pihak Usman belum disampaikan dalam pernyataan yang dikutip.
Pertarungan di Paycom Center itu juga menandai momen penting dalam lintasan karier kedua petarung, dengan Du Plessis mendapatkan kemenangan tegas sementara catatan Usman sebagai mantan juara welterweight turut menjadi bagian dari narasi pascalaga. Tuduhan adanya cedera membuat hasil itu dilihat dari perspektif lain, terutama terkait kemampuan Usman mempertahankan ciri khas bertarungnya pada kondisi yang kurang ideal.
Sampai ada penjelasan lebih lanjut dari tim atau pihak terkait, pernyataan Cejudo tetap menjadi sumber utama yang menyebutkan adanya pec robek pada Usman selama laga tersebut. Fakta resmi mengenai kondisi medis dan apakah cedera itu terjadi sebelum atau selama pertandingan belum dikonfirmasi secara formal dalam keterangan yang tersedia saat ini.
Baca juga berita lainnya:





























