Habib Nurmagomedov secara tegas menunjuk Jon Jones dan Fedor Emelianenko sebagai MMA GOAT, menolak memasukkan namanya sendiri dalam perdebatan tentang petarung terbaik sepanjang masa. Pernyataan itu disampaikan Habib saat memberi komentar tentang siapa yang layak disebut legenda sejati olahraga campuran tersebut.

Menurut Habib, jika dinilai secara objektif, dua nama itu layak berdiri di puncak. Ia menegaskan dia tidak melihat dirinya sebagai kandidat terkuat dalam sejarah meskipun memiliki karier cemerlang sendiri.
MMA GOAT menurut Habib Nurmagomedov
Dalam pernyataannya, Habib sempat bertanya retoris apakah ia boleh mengklaim dirinya sebagai yang terbaik sepanjang masa. Ia lalu menjawab bahwa secara objektif ia tidak berpikir demikian. “Bolehkan saya menyebut diri saya yang terbaik dalam sejarah? Jika bicara objektif, saya tidak berpikir demikian,” ujarnya, menurut kutipan yang disampaikan.
Habib melanjutkan bahwa menurut pendapatnya, dua petarung yang pantas mendapat predikat tertinggi adalah Jon Jones dan Fedor Emelianenko. “Dalam pandangan saya, pemain terbaik sepanjang masa adalah Jon Jones dan Fedor Emelianenko — keduanya,” kata Habib.
Alasan Habib memuji Jon Jones
Habib memuji pencapaian Jon Jones, termasuk dominasinya di dua kelas berat berbeda. Dalam penilaian yang dikemukakan, Jones pernah menyatukan gelar di kelas light heavyweight dan heavyweight UFC, serta menorehkan prestasi signifikan dalam pertarungan perebutan gelar. Catatan karier yang disebutkan dalam pernyataan mencatat Jon Jones memiliki rekor MMA 28 kemenangan dan 1 kekalahan, di mana kekalahan itu terjadi akibat deskwalifikasi karena serangan siku yang dianggap melanggar.
Menurut Habib, selain catatan kemenangan, Jones menonjol karena kombinasi teknik dan kekuatan yang membuatnya sangat sulit ditandingi di level tertinggi. Habib menilai Jones menunjukkan level dominasi yang membuatnya layak disebut salah satu yang terbaik sepanjang masa.
Baca juga: Usman Pec Robek: Usman Bertarung dengan Pec Robek saat Hadapi Du Plessis di UFC Oklahoma City
Penghargaan Habib untuk Fedor Emelianenko
Nama kedua yang disebut Habib adalah Fedor Emelianenko. Ia menggambarkan Fedor sebagai figur legendaris yang mendominasi era Pride FC pada masa kejayaannya dan terus menunjukkan taringnya pula di organisasi lain seperti Bellator. Dalam perbincangan itu disebutkan bahwa Fedor mengakhiri kariernya dengan catatan MMA 40 kemenangan dan 7 kekalahan.
Habib menilai Fedor memiliki pengaruh besar pada generasi petarung berikutnya dan memperkuat statusnya sebagai sosok ikonik dalam sejarah MMA. Ia juga menyebutkan bahwa Fedor memutuskan pensiun pada 2023 setelah kalah KO dari Ryan Bader.
Posisi Habib dan refleksi kariernya
Meski kerap masuk dalam diskusi tentang petarung terhebat, Habib memilih menyingkir dan memberi penghormatan kepada dua nama itu. Catatan karier Habib yang disebut dalam pernyataan mencatat bahwa ia sempat menorehkan 29 kemenangan beruntun sebelum mengumumkan pensiun pada 2020. Ia juga sempat mempersiapkan diri untuk tampil di UFC 250 pada Juni, namun rencana itu tidak terwujud.
Habib mengakui bahwa dirinya keluar dari kompetisi relatif dini, di awal usia 30-an, sehingga meninggalkan sedikit penyesalan pribadi terkait potensi lanjutan kariernya. Namun keputusan itu tetap menjadi bagian dari kisahnya sebagai juara dan figur penting dalam dunia MMA.
Reaksi dan konteks yang lebih luas
Pernyataan Habib menambah bahan dalam perdebatan panjang tentang siapa yang pantas mendapat gelar Greatest Of All Time dalam MMA. Nama-nama seperti Jon Jones dan Fedor sering muncul dalam diskusi tersebut karena pencapaian mereka di ring dan pengaruh mereka terhadap olahraga.
Habib, dengan memilih untuk mengecualikan dirinya sendiri dari daftar teratas, memberi penilaian yang tegas dan menempatkan dua sosok legendaris itu di posisi utama. Ucapan ini dipandang oleh banyak pihak sebagai bentuk penghormatan dari salah satu mantan juara yang paling dihormati di dunia MMA.
Baca juga berita lainnya:


































