Jon Jones menyatakan dia akan memasang taruhan pada Ilia Topuria jika keduanya berhadapan dalam laga yang dinantikan penggemar. Pernyataan itu kembali menghidupkan perdebatan soal siapa yang akan keluar sebagai pemenang bila Topuria dan Islam Makhachev akhirnya bertemu di oktagon.

Pilihan Jones mengundang perhatian karena terjadi usai Topuria menelan kekalahan dari Justin Gaethje pada pertarungan utama, dan membuat masa depan duel melawan Makhachev menjadi tidak pasti. Meski demikian, Jones beralasan ada elemen tertentu yang membuatnya percaya Topuria memiliki peluang.
Mengapa Jones Memilih Ilia Topuria
Menurut Jones, salah satu faktor penentu adalah kemampuan Ilia Topuria untuk mencetak KO. Jones menilai daya pukul Topuria memberi sedikit keunggulan dalam skenario pertarungan berdiri, terutama jika Topuria mampu mendaratkan serangan menentukan lebih dulu. Pernyataan ini mencerminkan kepekaan Jones terhadap aspek finishing yang sering menjadi pembeda di kelas atas MMA.
Pengakuan terhadap kekuatan Makhachev
Meski menyuarakan keyakinan pada Topuria, Jones juga mengakui kelebihan Islam Makhachev. Ia menegaskan bahwa jika Makhachev berhasil menerapkan gaya berjuangannya—khususnya gulat dan kendali di ground—maka peluang kemenangan akan condong ke arah petarung asal Dagestan itu. Dengan demikian, Jones menggambarkan skenario yang realistis: kemenangan bisa jatuh ke siapa pun tergantung jalannya pertarungan.
Status kesehatan dan jadwal Topuria
Saat ini Ilia Topuria tengah menjalani proses pemulihan pasca-cedera yang ia alami saat menghadapi Justin Gaethje. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan mengapa kemungkinan duel melawan Makhachev belum bisa dipastikan waktunya. Pemulihan cedera dan kesiapan fisik akan menjadi faktor penentu sebelum negosiasi atau rencana pertandingan bisa berlanjut.
Persiapan Makhachev dan jadwal lawan berikutnya
Sementara itu, Islam Makhachev sudah memusatkan perhatian pada lawan berikutnya. Ia sedang bersiap untuk menghadapi Ian Garry sebagai bagian dari penjadwalan pertarungan pada 15 Agustus di acara UFC 330, yang disebut sebagai pembelaan gelarnya untuk kelas welter dalam jadwal tersebut. Langkah Makhachev ke arah pertandingan itu mengindikasikan bahwa potensi bentrokan dengan Topuria belum masuk agenda mendesak.
Pernyataan Jones lantas jadi bahan pergunjingan di kalangan penggemar dan analis MMA. Ada yang setuju dengan penekanan pada daya pukul Topuria, sementara pihak lain menilai pengalaman teknik gulat Makhachev dan kemampuannya mengontrol tempo pertarungan menjadi parameter utama jika keduanya benar-benar bertemu.
Bagi Topuria, kemenangan KO menjadi modal besar yang membuatnya tetap menjadi ancaman serius meski baru saja mengalami kekalahan. Sedangkan bagi Makhachev, menerapkan strategi gulat untuk mengambil kendali pertarungan dipandang sebagai jalan realistis menuju kemenangan. Jones menyorot kedua aspek itu tanpa memihak secara mutlak, namun dengan preferensi yang jelas saat bertaruh secara pribadi.
Hingga kini belum ada kepastian kapan atau apakah duel antara Ilia Topuria dan Islam Makhachev bakal terlaksana. Faktor cedera, agenda pertarungan lain, dan dinamika di divisi masing-masing akan menentukan apakah pertarungan yang banyak diidamkan penggemar itu benar-benar terjadi. Sementara itu, pernyataan Jones menambah lapisan diskusi seputar siapa yang lebih diunggulkan jika laga itu jadi terselenggara.
Penggemar dan pengamat MMA mesti menunggu perkembangan kondisi Topuria serta hasil pertandingan Makhachev melawan Ian Garry untuk mendapatkan gambaran lebih jelas. Hanya waktu yang akan memperlihatkan apakah pilihan Jones soal Ilia Topuria akan terbukti tepat atau tidak.
Baca juga berita lainnya:


































