Musim MotoGP 2026 telah mencapai titik tengah kompetisi, dan dari 22 pembalap yang berada di grid hanya ada empat nama yang belum meraih kemenangan. Fenomena ini menarik karena beberapa dari mereka sudah menunjukkan potensi kuat, sementara yang lain masih menyesuaikan diri dengan motor dan tim baru.

Daftar pembalap yang belum meraih kemenangan dipenuhi kombinasi pengalaman dan status rookie: ada pembalap yang telah beberapa musim di kelas utama, ada pula juara Moto2 musim lalu dan mantan bintang WorldSBK. Tulisan ini mengulas kondisi masing-masing, mengapa kemenangan belum datang, dan apa peluang mereka ke depan.
Pedro Acosta: yang paling mengejutkan di antara pembalap yang belum meraih kemenangan
Nama yang paling mengejutkan dalam daftar ini adalah Pedro Acosta. Pembalap KTM itu sempat memenangi sprint di Thailand awal musim, namun kemenangan penuh GP masih belum ia kantongi. Selama tiga musim di kelas utama, Acosta telah memainkan 52 balapan antara tim satelit dan tim pabrikan, mengumpulkan 13 podium dan dua pole position—angka yang menunjukkan bahwa ia hampir selalu ada dalam perburuan depan.
Meski beberapa kali sangat dekat, kemenangan utama selalu lolos dari genggamannya karena berbagai alasan. Musim ini menjadi kesempatan bagi Acosta untuk menuntaskan ambisinya bersama tim pabrikan KTM sebelum menjalani tantangan baru bersama Ducati Lenovo untuk dua musim berikutnya. Secara teori, perpindahan ke Desmosedici diharapkan memberinya alat yang lebih kompetitif, mengingat motor tersebut menjadi rujukan di beberapa musim terakhir.
Luca Marini: pengalaman panjang tanpa kemenangan di kelas utama
Luca Marini termasuk pembalap veteran di antara mereka yang belum pernah memenangi balapan di kelas utama. Setelah enam musim berlaga di MotoGP, Marini sempat berada sangat dekat meraih kemenangan saat masih berkostum tim VR46 Racing, contohnya podium kedua di Austin 2023 dan hasil kuat lainnya seperti podium di Qatar pada musim yang sama.
Perjalanan Marini belakangan lebih menantang saat membalap dengan versi yang kurang kompetitif dari Honda RC213V. Meski begitu, perlahan pabrikan Jepang tampak kembali mendekat ke barisan depan. Situasi kontrak juga belum pasti untuknya musim depan, dan ada kemungkinan ia berlabuh ke tim lain yang memberi kesempatan baru. Di kelas Moto2 Marini tercatat mampu meraih enam kemenangan, 15 podium, dan lima pole, bukti bahwa kapasitasnya sebagai pemenang pernah terbukti di kelas yang lebih rendah.
Diogo Moreira: rookie yang menunjukkan progres konsisten
Satu dari dua nama rookie di daftar ini adalah Diogo Moreira, yang melangkah ke MotoGP setelah menjadi juara dunia Moto2 pada musim sebelumnya. Saat ini membalap untuk tim satelit Honda, LCR, Moreira belum mencatat kemenangan di kelas utama, tetapi prestasinya di level junior dan di Moto2 menunjukkan bakat besar: total 13 podium dan sembilan pole dalam lima musim di Kejuaraan Dunia, serta lima kemenangan gabungan antara Moto3 dan Moto2.
Adaptasi ke MotoGP berjalan bertahap bagi Moreira. Dengan motor satelit, target realistisnya adalah konsistensi dalam posisi 10 besar dan terus memperkecil celah dengan para pembalap pabrikan. Pengumpulan pengalaman berharga sepanjang musim menjadi modal penting baginya untuk mengejar kemenangan perdana suatu saat nanti.
Toprak Razgatlioglu: transisi dari WorldSBK ke tantangan Yamaha
Toprak Razgatlioglu adalah nama lain yang belum meraih kemenangan di ajang MotoGP meski statusnya adalah mantan juara dunia WorldSBK tiga kali. Di Superbike ia mengoleksi 71 kemenangan dan tiga gelar—rekam jejak yang membuatnya dianggap sebagai legenda di kompetisi itu. Namun, transisi ke MotoGP mempertemukannya dengan situasi berbeda: Yamaha tengah mengalami masa sulit, yang berdampak pada performa seluruh pembalap pabrikan mereka.
Kondisi ini membuat Toprak belum menemukan senjata kompetitif setara dengan apa yang ia nikmati di BMW saat berlaga di WorldSBK. Ada optimisme bahwa perubahan peraturan—misalnya pengenalan ban Pirelli yang familiar baginya—bisa mengubah dinamika pada musim mendatang, memberikan kesempatan lebih baik bagi pembalap asal Turki itu untuk bersaing di barisan depan.
Keempat nama ini menampilkan gambaran beragam: dari yang nyaris mencapai podium reguler hingga yang masih menyesuaikan diri dengan kategori paling kompetitif di dunia motor balap. Satu hal yang pasti, statistik belum bicara untuk kemenangan penuh bagi mereka, tetapi potensi dan pengalaman yang dimiliki memberi harapan bahwa giliran pertama bisa datang dalam waktu dekat.
Saat jeda musim panas mendekat, tim dan pembalap akan menimbang opsi teknis dan strategi untuk paruh kedua musim. Bagi Pedro Acosta, Luca Marini, Diogo Moreira, dan Toprak Razgatlioglu, sisa musim ini menjadi penentu apakah mereka mampu memecah kebuntuan dan mencatatkan kemenangan perdana di kelas utama.
Baca juga berita lainnya:
































