Bernie Ecclestone mengumumkan rencana pelepasan salah satu aset paling menonjolnya: sebuah Properti Knightsbridge 11 lantai yang dipatok senilai £50 juta. Bangunan tersebut selama ini berfungsi ganda sebagai kantor pusat Formula 1 sekaligus tempat tinggalnya di London.

Keputusan untuk menjual tidak lepas dari situasi pribadi sang mantan bos F1 yang kini berusia 95 tahun. Ecclestone memilih mengurangi keterikatan pada properti di London demi menghabiskan lebih banyak waktu di Portugal bersama istri, Fabiana Flosi, dan putra mereka, Ace.
Keistimewaan Properti Knightsbridge milik Ecclestone
Properti 11 lantai ini dikenal luas karena lokasinya di kawasan Knightsbridge dan pemandangan yang menghadap Hyde Park. Keterangan pemasaran menyoroti “pemandangan yang tak tertandingi” ke arah taman ikonik tersebut, sebuah nilai jual yang menempatkan properti itu di jajaran hunian premium ibu kota Inggris.
Selain panorama, ukuran dan susunan bangunan 11 lantai membuatnya fleksibel untuk berbagai fungsi. Selama beberapa tahun, bangunan itu dipakai secara bergantian sebagai basis operasional Formula 1 dan sebagai kediaman pribadi Ecclestone ketika berada di London, mencerminkan perpaduan antara ruang komersial dan hunian.
Peran Bangunan bagi Karier F1 dan Kehidupan Pribadi
Bagi Ecclestone, properti ini bukan sekadar alamat; ia menjadi bagian dari perjalanan profesional dan kehidupan pribadinya. Sebagai tempat yang pernah menjadi markas kegiatan terkait Formula 1, bangunan itu menyimpan jejak hubungan antara bisnis olahraga motor dan kehidupan sehari-hari sang tokoh yang memimpin dunia F1 selama bertahun-tahun.
Pemakaian ganda sebagai kantor dan rumah memperlihatkan bagaimana tokoh publik dapat menempatkan aset strategis untuk memenuhi kebutuhan profesional sekaligus kenyamanan keluarga. Meski demikian, kini Ecclestone memutuskan untuk melepaskan bangunan tersebut setelah puluhan tahun berkiprah di dunia F1 dan aktivitas bisnis terkait.
Alasan Penjualan dan Pilihan Hidup di Portugal
Keputusan untuk menjual properti ini sebagian besar terkait dengan langkah hidup yang lebih sederhana dan keinginan Ecclestone untuk lebih banyak menghabiskan waktu di Portugal. Pada usia 95 tahun, mobilitas dan prioritas pribadi cenderung bergeser, sehingga pemilik memilih untuk menempatkan waktu keluarga di posisi utama.
Fabiana Flosi, istri Ecclestone, serta putra mereka, Ace, disebut sebagai alasan utama perpindahan fokus kehidupan keluarga ke Portugal. Langkah ini menunjukkan perubahan fase dalam kehidupan sang mantan pemimpin F1, dari aktivitas intens di pusat-pusat bisnis menjadi orientasi yang lebih personal dan keluarga.
Nilai Pasar dan Implikasi Penjualan
Dengan banderol £50 juta, properti ini menempati tingkatan atas pasar real estate mewah London. Harga tersebut mencerminkan kombinasi lokasi premium, ukuran bangunan, serta nilai historis sebagai tempat yang berkaitan erat dengan dunia Formula 1 dan figur terkenal di baliknya.
Penjualan aset semacam ini kerap menjadi indikator pergerakan kepemilikan properti high-end di London. Bagi calon pembeli, tawaran seperti ini menghadirkan peluang memiliki bangunan yang sarat nilai simbolis sekaligus fungsi praktis. Bagi Ecclestone, melepas gedung ini berarti menyederhanakan portofolio dan menyesuaikan kehidupan dengan prioritas yang berubah.
Sampai pengumuman ini, detail tentang calon pembeli atau proses transaksi lebih lanjut tidak diungkapkan. Yang jelas, langkah penjualan ini menandai babak baru bagi properti yang pernah menjadi bagian penting dalam jejak profesional dan pribadi Bernie Ecclestone.
Baca juga berita lainnya:




























