Paolo Maldini mundur dari posisi direktur teknikal Timnas Italia setelah hanya 16 hari menjabat sejak pelantikannya pada 11 Juli 2026. Keputusan tersebut membuat kegemparan di lingkungan federasi karena diambil sangat singkat setelah penunjukan.

Pengunduran diri Maldini berlangsung bersamaan dengan keluarnya penasihatnya, mantan pemain asal Brazil, Leonardo. Keduanya meninggalkan tugas walau sebelumnya terlibat dalam upaya perombakan struktur pengurusan sepak bola nasional yang tengah mencari arah baru.
Maldini mundur: langkah mendadak dan reaksi awal
Pengunduran diri ini datang setelah periode yang sangat singkat dan dicatat sebagai tanda ketidakstabilan dalam manajemen. Maldini, yang namanya identik dengan prestise sepak bola Italia, diberi mandat untuk membantu merombak jajaran teknis dan mencari pengganti Gennaro Gattuso. Namun rencana itu tak berjalan lama karena perbedaan pandangan internal.
Tugas awal Maldini dan konteks kegagalan timnas
Tugasan pertama Maldini di federasi adalah berperan dalam proses mencari pelatih baru menggantikan Gennaro Gattuso. Gattuso sendiri mundur atas kesepakatan bersama setelah Italia — empat kali juara dunia — gagal lolos ke Piala Dunia FIFA 2026, melanjutkan catatan kekecewaan dengan tidak lolos dalam tiga edisi berturut-turut. Kekalahan dalam adu penalti melawan Bosnia pada final play-off menjadi latar belakang keputusan perubahan manajemen itu.
Dinamika internal dan isu terkait Andrea Pirlo
Beberapa sumber menyebutkan salah satu pemicu mundurnya Maldini adalah perbedaan pendapat soal calon pelatih. Nama Andrea Pirlo sempat muncul sebagai kandidat, tetapi kemudian Pirlo menyatakan dirinya tak lagi menjadi opsi karena adanya hubungan komersial dengan sebuah perusahaan taruhan asal Rusia. Selain itu, disebutkan pula adanya ketidaksetujuan dari presiden federasi terhadap pencalonan tersebut, sehingga menimbulkan ketegangan dalam proses pengambilan keputusan.
Peran Leonardo dan keluarnya bersama Maldini
Leonardo, yang berstatus penasihat teknis, memilih mengundurkan diri bersamaan dengan Maldini. Keputusan berdua ini menandakan adanya persamaan pandangan antara mereka mengenai arah yang seharusnya ditempuh federasi, namun berbeda dengan posisi pimpinan saat ini. Keluar bergantiannya figur-figur berpengalaman ini memunculkan pertanyaan tentang stabilitas struktur olahraga nasional di tingkat pengurusan.
Implikasi bagi federasi dan langkah selanjutnya
Pengunduran diri dua nama besar tersebut menambah beban tugas bagi pihak federasi untuk segera menstabilkan manajemen teknis. Federasi kini harus mengisi posisi yang ditinggalkan serta memulihkan proses seleksi pelatih kepala dengan cepat agar persiapan untuk kompetisi-kompetisi mendatang bisa berjalan tanpa gangguan lebih lanjut. Tekanan publik dan ekspektasi akan penjelasan resmi juga meningkat seiring dengan spekulasi mengenai dinamika internal.
Sementara itu, situasi ini kembali menyorot tantangan yang dihadapi sepak bola Italia setelah serangkaian kegagalan di kualifikasi Piala Dunia. Pergantian pimpinan teknis yang cepat dan ketegangan atas pilihan kandidat pelatih menunjukkan pekerjaan rumah besar bagi federasi dalam membangun kembali fondasi jangka panjang bagi tim nasional.
Hingga pengumuman pengganti atau langkah-langkah lanjutan oleh pihak federasi belum ada informasi resmi yang lebih rinci mengenai siapa yang akan mengambil alih tugas langsung. Publik dan pengamat masih menunggu pernyataan resmi dari pimpinan federasi untuk mendapatkan kejelasan mengenai proses internal yang menyebabkan mundurnya dua figur penting tersebut.
Baca juga berita lainnya:



































